(Fatwa-fatwa Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar Mengenai Ketentuan Puasa)

- 1 -


pautan postingan asal keterangan
[
رابط المشـاركـــــــــة الأصليَّة للبيــــــــــــــان ]

Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
04 - 09 - 1433 هـ
22 - 07 - 2012 مـ
10:14 صباحاً
ـــــــــــــــــــــ


Keterangan Al Mahdi Al Muntadhar Untuk Orang-orang Yang Berpuasa, Tentang Mengeluarkan Fidyah Sebagai Ganti Berbuka Ke Atas Orang-orang Yang Berat Menjalankannya, Yang Tidak Terdaya Untuk Berpuasa..


Postingan asal ditulis oleh 'Araftu Thoriqi (forumer)
Wahai saudara-saudara, sebagaimana yang kalian tahu, waktu berpuasa kami di sini adalah selama duapuluh jam, dan ada orang-orang yang tidak larat untuk berpuasa, yakni mereka tidak mampu berpuasa melainkan dalam keadaan payah dan menderita sakit perut, apakah Imam ada menyatakan tentang yang semisal dengan perkara ini
?
Kerana ada beberapa syaikh yang terpercaya telah berfatwa kepada mereka, agar mereka berbuka mengikut azan Arab Saudi yakni lebih kurang waktunya di sini adalah pada waktu Asar, jadi aku inginkan fatwa dari Imam mengenai kekhususan ini, kerana aku tidak mahu berfatwa menurut kemahuanku sendiri,

Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan
Catatan, Allah memberikanku kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa di sini, namun yang selainku di sini tidak kuat untuk mengerjakannya, apa yang perlu mereka lakukan
??


Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas nendaku Muhammad Rasulullah dan keluarganya yang bersih dari kotoran syirik, juga ke atas seluruh umat Islam, selanjutnya..

Aku tidak temukan dalam Kitabullah Al Quran bahawa diperbolehkan bagi orang-orang yang berpuasa untuk berbuka sebelum terbenam matahari dan tampak mega merah senja.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam
Maha Benar Allah
[Al Baqarah 187]


Waktu mula berpuasa dan berbuka itu sesungguhnya telah Allah jadikannya pada waktu yang tertentu dalam muhkam Al Quran, ianya adalah dari sejak tampak jelas benang putih (cahaya siang) pada waktu fajar di sebelah timur, sehinggalah tampak jelas mega merah senja setelah terbenam matahari, ianya adalah waktu tepi malam ketika sholat maghrib setelah matahari terbenam, kerana tepi malam bermula ketika tampak mega merah senja.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, (16) dan dengan malam dan apa yang diselubunginya, (17)
Maha Benar Allah
[Al Insyiqaaq]


Allah tidak memerintahkan kalian untuk berpuasa hingga gelap malam dan kelihatan bintang-bintang, yang demikian itu adalah bid'ah, Allah tidak menurunkan suatu apapun keterangan mengenainya, Allah tidak memerintahkan kalian untuk berpuasa hingga gelap malam dan nampak bintang-bintang kerana ada beberapa negara yang tidak akan mengalami kegelapan malam melainkan pada pertengahan malamnya dalam tempoh sekitar dua atau empat jam lebih kurang, dan malam yang selebihnya mirip dengan bayangan seperti keadaan setelah sholat shubuh dan sebelum matahari terbit

Jadi siapa pula yang berfatwa kepada orang-orang yang berpuasa untuk menjalani puasa hingga gelap malam? Siapa pula yang berfatwa supaya orang yang berpuasa berbuka sebelum matahari terbenam? Sesungguhnya dia termasuk kalangan pendusta, dia telah mengada-adakan dusta terhadap Allah


Adapun orang-orang yang berat menjalani puasa dengan susah payah, maka Allah tidak menjadikan kesusahan dalam urusan agama terhadap mereka, sesungguhnya Allah telah mengizinkan mereka untuk tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, dengan ganti hendaklah memberi makanan berbuka kepada orang miskin pada setiap harinya di bulan Ramadhan, sebagai ganti hari dia tidak berpuasa dan baginya pahala puasa yang serupa dengan pahala orang yang diberinya makanan berbuka itu

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Maha Benar Allah
[Al Baqarah 184]


Apakah maksud dari firman Allah Ta'ala:
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin ? Jawabannya: Yang dimaksudkan adalah terhadap orang-orang yang tidak larat untuk berpuasa dengan susah payah, maka Allah tidak menjadikan kesulitan dalam urusan agama terhadap mereka

Sesungguhnya mereka diizinkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dengan ganti membayar fidyah; yaitu hendaklah dia memberi makan kepada orang miskin pada setiap hari yang dia tidak berpuasa di bulan Ramadhan, atau memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa atau kepada orang yang bermusafir, dan baginya pahala puasa yang serupa dengan pahala orang yang diberinya makanan berbuka itu

Namun orang-orang yang mengatakan terhadap Allah mengenai perkara yang tidak mereka ketahuinya, mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dengan mengatakan bahawa ayat ini telah dimansukhkan, aduhai Maha Suci Allah yang Maha Agung
!
Akan tetapi kelak mereka akan kebingungan tidak mampu untuk memberi fatwa, ketika mereka dapati ada beberapa orang yang miliki kecacatan atau penyakit yang berlanjutan, dan disebabkan itu orang-orang itu tidak mampu berpuasa, maka dengan apa kelak mereka berikannya fatwa? Jika mereka mengatakan hendaklah ganti puasa pada hari-hari lain, lalu dikatakan kepada mereka, akan tetapi dia miliki kecacatan dan penyakit yang berlanjutan dan menjalani rawatan yang berterusan, bukan penyakit biasa yang dihidapinya hingga dia dapat mengganti puasanya setelah sembuh

Lalu ada pula yang lain datang kepada mereka mengatakan: "Sesungguhnya aku sibuk bekerja menanggung keluargaku dan terpisah dengan mereka beratus-ratus kilometer mengadakan perjalanan terus menerus, dan aku berat menjalani puasa dengan sangat payah". Jika mereka mengatakan padanya: Hendaklah ganti berpuasa pada hari-hari yang lain", maka kelak dia mengatakan: "Akan tetapi pekerjaanku ini bukan di bulan Ramadhan sahaja; juga di bulan-bulan lain perjalanan terus menerus terpisah dari keluarga untuk mencari rezeki buat ayah dan ibuku serta tabungan perbelanjaan buat anak-anakku dan isteriku, dan aku menghadapi kesulitan yang amat sangat untuk berpuasa"

Untuk itu Al Mahdi Al Muntadhar mengatakan padanya: Hendaklah engkau memberi makan pada setiap hari kepada orang miskin atau orang yang berpuasa; orang yang bermusafir, atau engkau berikan yang setara dengan makanan berbuka secara tunai, atau berikan kepada sesiapa yang melakukan tugas memberi makanan kepada orang miskin atau kepada orang yang berpuasa; orang yang bermusafir atau orang susah atau orang yang memerlukan

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin
Maha Benar Allah
[Al Baqarah 184]


Maka pada situasi ini dalam Kitabullah, Allah mengizinkan bagi orang-orang yang berat menanggung puasa dengan susah payah, untuk tidak berpuasa dengan ganti membayar fidyah (memberi makan orang miskin)


Adakah kalian memahami khabar dan bayan penjelasan Al Mahdi Al Muntadhar tentang membayar fidyah sebagai ganti tidak berpuasa? Kami masih memiliki banyak dalil bukti untuk orang-orang ragu yang berpaling dari bayan keterangan yang benar lagi jelas


Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
ـــــــــــــــــ


اقتباس المشاركة: 53170 من الموضوع: ( فتاوى الإمام المهديّ المنتظَر عليه السلام في أحكام الصيام )





( فتاوى الإمام المهديّ المنتظَر عليه السلام في أحكام الصيام )

- 1 -

[
رابط المشـاركـــــــــة الأصليَّة للبيــــــــــــــان ]
الإمام ناصر محمد اليماني
04 - 09 - 1433 هـ
22 - 07 - 2012 مـ
10:14 صباحاً
ـــــــــــــــــــــ



بيان المهديّ المنتظَر للصّائمين في تقديم الفدية مقابل الإفطار على الذين يطيقونه ..


المشاركة الأصلية كتبت بواسطة عرفت طريقي
أيها الإخوة كما تعلمون عندنا هنا الصوم عشرون ساعة وهناك أناس لا يطيقونه يعني ما بيقدرو بدوخو وبيصيبهم وجع معدة فهل أفتى الإمام عن مثل هذه الأمور لأن هناك من يقول أن هناك شيوخ ثقة أفتوهم بأن يفطروا على آذان السعودية يعني تقريباً وقت العصر عندنا فأريد فتوى من الإمام بهذا الخصوص لأني لا أريد أن افتي من عندي وجزاكم الله خيراً
ملاحظة أنا ربي أعطاني قوة التحمل على الصيام بس غيري ما بيقدر شو يعمل؟؟


بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي محمد رسول الله وآله الأطهار وجميع المسلمين، أمّا بعد..
فلا أجد في كتاب الله القرآن العظيم أنّه يَحقَّ للصّائمين أن يُفطروا قبل غروب الشمس وظهور الشفق. تصديقاً لقول الله تعالى:
{أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَآئِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُواْ مَا كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ} صدق الله العظيم [البقرة:187].

فبِدْء الصيام والإفطار قد جعله الله في ميقاتٍ معلومٍ في محكم الكتاب وهو من تبيان ظهور الخيط الأبيض من الفجر بالمشرق إلى تبيان ظهور الشفق الأحمر بعد غروب الشمس وهو طرف الليل عند صلاة المغرب بعد غروب الشمس كون طرف الليل يبدأ عند ظهور الشفق. تصديقاً لقول الله تعالى:
{فَلَا أُقْسِمُ بِالشَّفَقِ
(16) وَاللَّيْلِ وَمَا وَسَقَ (17)} صدق الله العظيم [الإنشقاق].

ولم يأمركم أن تصوموا إلى الظلمة ورؤية النجوم فتلك بدعةٌ ما أنزل الله بها من سلطانٍ، فلم يأمركم الله أن تصوموا حتى غسق الليل المظلم ورؤية النجوم كون بعض البلدان لن يظلم فيها الليل إلا في منتصف الليل قدر ساعتين أو أربع ساعات تقريباً وباقي الليل شبه ظلٍّ كمثل ميقات الظلّ الذي يكون بعد صلاة الفجر وقبل طلوع الشمس، فمن ذا الذي أفتى الصائمين بالصيام إلى ظُلمة الليل؟ ومن ذا الذي أفتى بفطور الصائمين قبل غروب الشمس؟ إنه لمن الكاذبين وقد افترى على الله كذباً.

وأما الذين يطيقون الصيام بشِق الأنفُسِ فلم يجعل الله عليهم في الدين من حرجٍ، فقد أذِن الله لهم بعدم صيام رمضان، مقابل أن يُفطِّر كلّ يومٍ من أيام رمضان مسكيناً مقابل أن يَفطُر يومَه وله مثلُ أجرِ صومِه. تصديقاً لقول الله تعالى:
{أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
(184)} صدق الله العظيم [البقرة].

فما هو المقصود من قول الله تعالى:
{وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ}؟ والجواب: إنّه يقصد وعلى الذين يطيقونه بشِقِ الأنفسِ فلم يجعل الله عليهم في الدين من حرجٍ فقد أذِن لهم أن يفطِروا في رمضان مقابلَ فديةٍ؛ وهي إطعام في كلّ يومٍ من أيام رمضان مسكيناً أو يفَطِّر صائماً عابر سبيلٍ وله مثل أجر صومه، ولكن الذين يقولون على الله ما لا يعلمون يفترون على الله الكذب بأنَّ هذه الآية تمّ نسخها، ويا سبحان الله العظيم! ولكنهم سوف يعجزون عن الفتوى في معضلةٍ حين يجدون بعض الناس عنده عاهةً مستديمةً وبسببها لا يستطيع الصيام، فبماذا سوف يفتونه؟ فإن قالوا عدّة من أيامٍ أُخر، ومن ثم يقول لهم ولكن لديه عاهة مستديمة يتعاطى العلاج بشكلٍ مستمرٍ وليس مرضٌ عابراً حتى أعوّض الصيام من بعد الشفاء. وآخر يأتيهم فيقول: "إنّي أشتغل على أسرتي في فرزة سفرٍ مستمرٍ مئات الكيلومترات وأطيق الصوم بصعوبةٍ بالغةٍ". فإن قالوا له: "فعدّة من أيامٍ أُخر"، فسوف يقول: " ولكن هذا عملي في رمضان وفي الفطر؛ سفرٌ مستمرٌ في فرزة للبحث عن رزق أبي وأمي وتوفير قوت أولادي وزوجتي، وأواجه صعوبةً بالغةً في الصيام"، ومن ثم يقول له المهديّ المنتظَر: فلتطعم في كلّ يوم مسكيناً أو صائماً؛ عابرَ سبيلٍ، أو تعطي ما يعادل فطوره نقداً أو تعطيه لأحدٍ يقوم بالمهمة فيطعم مسكيناً أو يفطِّر صائماً؛ عابرَ سبيلٍ أو فقيراً أو محتاجاً. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ} صدق العظيم [البقرة:184].

ففي هذا الموضع في الكتاب أذِن الله للذين يُطيقون الصيام بشِق الأنفُسِ أن يفطروا مقابل فديةٍ (طعامُ مسكين).

فهل فقهتم الخبر وبيان المهديّ المنتظَر في تقديم الفدية مقابل الإفطار؟ فلا يزال لدينا كثيرٌ من البرهان للمُمترين المعرضين عن البيان الحقّ المبين.

وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
أخوكم الإمام المهدي ناصر محمد اليماني.
ـــــــــــــــــ