[ لمتابعة رابط المشاركــــــــــــة الأصليّة للبيــــــــــــــــان ]
ikuti pautan postingan asal keterangan

Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
27 - ذو الحجة - 1433 هـ
13 - 10 - 2012 مـ
03:48 صباحاً
( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
Mengikut takwim rasmi Makkah
ـــــــــــــــــــــ


Bayan Keterangan Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, Mengenai Kebangkitan Pertama Bagi Sesiapa Yang Dikehendaki Oleh Allah Dari Kalangan Orang-orang Yang Mengingkari, Maka Janganlah Kalian Terpedaya Dengan Ad Dajjal, Bertakwalah Kalian Kepada Allah Wahai Orang-orang Yang Memikirkan..


Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas seluruh nabi Allah dan rasul-Nya dari yang pertama hingga yang terakhir, juga ke atas keluarga mereka yang baik dan ke atas para pengikut mereka dengan kebaikan hingga Hari Pembalasan, kami tidak membezakan antara seorangpun dari rasul-Nya dan kami ini berserah diri hanya pada Allah, selanjutnya..


Wahai sekalian ulama umat Islam, kaum muslimin dan manusia seluruhnya, berwaspadalah kalian semua terhadap fitnah Ad Dajjal yang sangat pendusta, yang mengetahui akan adanya hari kebangkitan pertama, dan dia mahu memanfaatkan kesempatan itu untuk memperdaya dan menipu orang-orang yang telah mati dan orang-orang yang masih hidup

Ad Dajjal akan keluar pada manusia dan mengatakan: "Wahai manusia, sesungguhnya aku ini Al Masih 'Isa Putra Maryam, sesungguhnya aku adalah Allah Tuhan Semesta Alam, yang membangkitkan orang-orang yang telah mati ini dari kuburan mereka, aku miliki syurga dan neraka, sesungguhnya kami telah memperlihatkan Jahannam itu kepada kalian, ianya telah melintas di depan mata kalian dan kami telah mencampakkan orang-orang yang kafir ke dalamnya, yaitu orang-orang yang mengingkari bahawa Allah adalah Al Masih 'Isa Putra Maryam, kerana itu kalian tidak melihat mereka di antara orang-orang yang dibangkitkan dari bumi"

Ad Dajjal akan mengatakan: "Akulah yang telah menurunkan Al Quran akan tetapi Al Quran telah mengalami perubahan, tidak lagi seperti Al Quran yang kami turunkan". Lantas Ad Dajjal membuatkan kebenaran dalam Al Quran menjadi kebatilan, dan membuatkan kebatilan menjadi kebenaran, ingatlah bahawa laknat dan kutukan dari Allah tetap ke atas Ad Dajjal.

Maka berhati-hati dan berwaspadalah kalian terhadap fitnah tipudayanya, dan ini terjadi sebelum Allah turun dalam naungan awan untuk berkata-kata kepada orang-orang kafir yang dibangkitkan dan manusia semua dari sebalik hijab.


Wahai manusia, sudah selayaknya aku tidak mengatakan terhadap Allah selain kebenaran, maka berhati-hatiah kalian semua dari fitnah tipudaya Ad Dajjal, waspadalah agar kalian tidak membenarkan pengakuannya sebagai Tuhan, dia bukanlah Al Masih 'Isa Putra Maryam yang hak -'alayhissalaam-; bahkan tidak layak buat 'Isa Putra Maryam untuk mengatakan sesuatu yang bukan haknya; namun yang mengatakannya adalah Ad Dajjal yang menyamar sebagai figure Al Masih 'Isa Putra Maryam, bukan 'Isa yang sebenar

Sebab itu Ad Dajjal dinamakan Al Masih Al Kadzdzaab -Al Masih yang sangat pendusta-, kerana dia bukan Al Masih 'Isa Putra Maryam yang hak, maka dari itu Allah mentakdirkan kembalinya 'Isa yang hak sebagai saksi kebenaran terhadap umat Nasrani, Yahudi dan umat Islam, dan dia akan mengatakan kepada kalian:
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah"

Al Masih 'Isa Putra Maryam akan berbicara pada kalian sedang dia dewasa (pertengahan umur), dia akan mengatakan kepada manusia sebagaimana ucapannya kepada mereka sebelum ini ketika masih bayi dalam buaian, 'Isa Putra Maryam berkata kepada mereka: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah", dan demikian juga kata-katanya kepada manusia semasa dia dewasa berumur pertengahan, dia akan mengatakan:
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah"

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan ia akan berkata-kata kepada orang ramai semasa ia masih kecil dalam buaian, dan semasa ia dewasa, dan ia adalah dari orang-orang yang soleh
Maha Benar Allah
[Ali 'Imran 46]


Wahai sekalian manusia, sekiranya kalian tidak mengetahui dengan pasti bahawa kebangkitan pertama adalah untuk orang-orang kafir bukan untuk orang-orang sholeh, maka kelak Ad Dajjal akan memperdaya kalian dan orang-orang yang dibangkitkan dengan mempercayai pengakuan dustanya bahawa dia adalah
'Allah Tuhan Semesta Alam'



Wahai sekalian manusia, sudah selayaknya aku tidak mengatakan terhadap Allah kecuali kebenaran, aku bawakan kepada kalian dalil bukti yang jelas dari muhkam Al Quran, maka berhati-hati dan berwaspadalah kalian, ketahuilah dengan pasti bahawa ada kebangkitan yang akan terjadi di dunia untuk sesiapa yang Allah kehendaki dari kalangan orang-orang kafir

Bermakna pada kebangkitan pertama Allah mengumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan dan mereka hanya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, yang demikian itu adalah pada zaman kebangkitan Ad Dabbah dan ianya terjadi bersamaan dengan keluarnya Ad Dajjal dari Jannatul Fitnah untuk menipu orang-orang yang hidup dan orang-orang mati yang dibangkitkan dari kalangan kaum kafir

Sekiranya kalian tidak mengikuti Al Imam Al Mahdi dan Al Masih 'Isa Putra Maryam yang hak, maka kelak kalian akan percaya dan membenarkan bahawa Allah adalah Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sangat pendusta, dia bukanlah Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sebenar; namun yang mengaku tuhan dan berdusta mengaku dirinya adalah Al Masih 'Isa Putra Maryam adalah Ad Dajjal yang sangat pendusta, bukan 'Isa Putra Maryam

Kerana itu Ad Dajjal disifatkan sebagai Al Kadzdzaab kerana dia bukan Al Masih 'Isa Putra Maryam yang sebenar, sebab 'Isa tidak menyatakan dan mengaku dirinya tuhan, Al Masih 'Isa Putra Maryam tidak mengatakan sesuatu yang tidak layak untuk dia ucapkan, namun kelak Allah akan membangkitkan 'Isa berusia dewasa dan dia akan berbicara kepada kalian dengan kata-kata yang diucapkannya kepada orang-orang sebelum kalian sedang dia masih bayi di dalam buaian:
"Sesungguhnya aku ini hamba Allah"


Wahai sekalian umat Islam, sekiranya kalian tidak mengikuti Al Imam Al Mahdi yang menyelamatkan kalian dari fitnah Ad Dajjal, maka kelak Ad Dajjal akan menegakkan hujjah terhadap kalian menyebabkan kalian mengikuti syaitan, kecuali sedikit dari kalangan anshar pendahulu yang baik di era hiwar sebelum muncul


Barangkali ada seorang penanya mahu mengatakan: "Bagaimana pula Ad Dajjal dapat menegakkan hujjah terhadap kami sekiranya kami tidak membenarkan Al Imam Al Mahdi dan mengikutinya?". Untuk itu kami balas kepada yang bertanya dengan kebenaran, kami katakan: Sesungguhnya jika kalian tidak mempercayai adanya kebangkitan bagi orang-orang yang Allah kehendaki dari kalangan kafir, maka tentunya kelak Ad Dajjal akan dapat menipu kalian, kecuali sedikit sahaja dari kalangan anshar yang meyakini bayan keterangan yang benar dari Tuhan mereka

Sebab kalian tidak akan dapat mendustakan orang-orang yang dibangkitkan kerana Allah membangkitkan mereka dari kuburan mereka sedang kalian menyaksikannya, lalu mereka yang dibangkitkan itu akan berbicara dengan kalian dan kalian berbicara dengan mereka, kalian tidak akan dapat mengatakan bahawa yang demikian itu adalah sihir; bahkan ianya adalah kebangkitan sebenarnya yang terjadi di hadapan kalian



Mungkin sahaja kebanyakan dari ulama umat Islam yang tidak memikirkan mahu mengatakan: "Namun Al Masih Al Kadzdzab (Ad Dajjal) yang membangkitkan mereka, kerana dia boleh menghidupkan orang mati sebagai ujian untuk manusia semua". Untuk itu Al Imam Al Mahdi membalas mereka, aku katakan: Sesungguhnya kepercayaan dalam hati kalian itu adalah kepercayaan yang mungkar, dusta dan sangat batil, bagaimana pula Allah dapat meneguhkan Ad Dajjal dengan mukjizat menghidupkan orang mati sedangkan Ad Dajjal itu sendiri merupakan kebatilan
!
Ketahuilah oleh kalian, kepercayaan kalian bahawa kebatilan dapat menghidupkan orang mati dengan izin Allah adalah bertentangan dengan wahyu yang Allah turunkan kepada kalian dalam muhkam Kitab-Nya pada firman Allah Ta'ala:
Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi"
Maha Benar Allah
[Saba 49]


Tidakkah kalian tahu tantangan Tuhan Semesta Alam kepada kebatilan dan penolong-penolongnya dalam muhkam Kitabullah, yang mana Allah mencabar mereka, seandainya mereka dapat menghidupkan seorang sahaja orang mati, maka mereka benar dalam seruan kebatilan mereka selain Allah? Lalu bagaimana pula Allah dapat mendustakan Diri-Nya sendiri -Maha Suci Dia- lalu meneguhkan kebatilan dengan mukjizat menghidupkan orang mati! Mengapa kalian tidak memikirkan
?
Ketahuilah demi Allah, seandainya kalian mempercayai bahawa Ad Dajjal dapat menghidupkan orang mati, nescaya Ad Dajjal pula jadi yang benar dan Allah yang dusta, Maha Suci Dia lagi Maha Luhur, Maha Suci Allah dari segala yang kalian persekutukan! Bukankah tantangan dari Tuhan Semesta Alam telah diturunkan dalam muhkam Al Quran kepada kebatilan beserta para penolongnya, yaitu tantangan untuk mengulangi (penciptaan) dan mengembalikan ruh, walau satu mayat sahaja (untuk dihidupkan kembali)
?
Allah menyatakan bahawa seandainya mereka dapat melakukannya dengan mengembalikan ruh kepada jasad yang telah mati, maka jadilah mereka orang-orang yang benar dalam seruan kebatilan mereka selain Allah. Maka mengapakah kalian tidak memikirkannya
?


Barangkali ada seorang ulama dan pengikutnya yang meninggalkan untuk mentadabburi Al Quran mahu mengatakan: "Wahai Nasser Mohammed Al Yamani, manakah tantangan dari Tuhan Semesta Alam kepada kebatilan beserta para penolongnya, untuk mengembalikan ruh walaupun satu mayat sahaja? Kami tidak fikir tantangan itu diturunkan dalam Al Quran, bagaimana Allah menantang kebatilan beserta para penolongnya untuk mengembalikan ruh orang mati ke jasad, lalu Dia meneguhkan mereka dengan mukjizat dapat menghidupkan kepada Ad Dajjal? Bawakan kepada kami dalil bukti dari muhkam Al Quran mengenai tantangan Allah kepda kebatilan beserta para penolongnya, untuk mengembalikan ruh walaupun satu mayat sahaja"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi membalas para penanya, aku katakan: Allah Ta'ala berfirman:
Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran. (75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.(76) Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, (77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), (78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (79) Diturunkan dari Rabbil 'alamiin. (80) Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini? (81) kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah. (82) Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, (85) maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (87)
Maha Benar Allah
[Al Waaqi'ah]


Perhatikanlah tantangan dari Tuhan Semesta Alam kepada kebatilan beserta para penolongnya:
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, (85) maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (87)
Maha Benar Allah

Perhatikan tantangan kepada kebatilan beserta para penolongnya:
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? Maha Benar Allah, akan tetapi para ulama umat Islam dan para pengikut mereka telah mengingkari tantangan ini, mereka percaya bahawa Ad Dajjal akan memotong seorang lelaki menjadi dua bahagian lalu Ad Dajjal berjalan melewati dua bahagian tadi dan kemudian dia mengembalikan ruh orang itu setelah mati, kepercayaan kalian ini berdasarkan hadits batil yang direka bertentangan dengan muhkam Al Quran

Kami petik riwayat bohong yang direkayasa terhadap Allah dan Rasul-Nya, bahawa Ad Dajjal akan berkata:
Bagaimana menurut kalian sekiranya aku bunuh lelaki ini kemudian aku hidupkannya; adakah kalian meragukan urusanku? Maka mereka berkata: Kami tidak meragukannya, lantas Ad Dajjal membunuhnya lalu menghidupkannya.


Oleh itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani menegakkan hujjah terhadap kalian dengan kebenaran, aku katakan:

Bukankah riwayat ini bertentangan dengan tantangan Allah dalam muhkam Al Quran kepada kebatilan beserta para penolongnya, pada firman Allah Ta'ala:
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, (83) padahal kamu ketika itu melihat, (84) dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat, (85) maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (87)
Maha Benar Allah
?
Perhatikan hukum keputusan Allah terhadap Diri-Nya:
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? Maha Benar Allah, akan tetapi seandainya Allah membenarkan riwayat batil ini, yang mana Dia meneguhkan Ad Dajjal dengan mukjizat menghidupkan orang mati, maka di sini, sesungguhnya Allah telah memutuskan terhadap Diri-nya dalam muhkam Kitab-Nya, bahawa Ad Dajjal beserta para penolongnya adalah benar dan Allah beserta para penolong-Nya adalah dusta, ketahuilah laknat kutukan yang besar dari Allah tetap ke atas orang-orang yang mengadakan kebohongan. Adapun orang-orang yang mengikuti kebatilan yang direkayasa, maka mereka adalah kaum yang tidak menggunakan akal fikiran.


Wahai sekalian ulama umat Islam beserta para pengikut mereka, aku bersaksi kerana Allah bahawa ada kebangkitan terjadi di dunia bagi orang yang dikehendaki oleh Allah dari kalangan kafir, dan kelak Allah akan mengembalikan mereka kepada kalian di bumi setelah kematian mereka sedang kalian melihat kebangkitan itu, kerana kebangkitan mereka bergandingan dengan keluarnya Ad Dajjal si syaitan yang direjam dari Jannatul Fitnah, sebab Allah telah menundanya di Jannatul Fitnah sampai hari Kebangkitan Pertama bagi sesiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk membangkitkan mereka dari kalangan kafir yang mendustakan kebangkitan dalam kehidupan dunia

Allah Ta'ala berfirman:
Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan padanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain
Maha Benar Allah
[Thaa Haa 55]


Barangkali Dr. Ahmad Amru -yang berhujjah dengan huruf jar- mahu mengatakan: "Wahai Nasser Mohammed, kami telah menyatakan padamu bahawa pengembalian di bumi yakni Allah mengembalikan mereka jadi tanah". Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan: Dengar sini wahai Dr. Ahmad Amru, jika engkau mampu bawakan satu dalil bukti sahaja dari muhkam Al Quran bahaw yang dimaksudkan oleh Allah pada firman-Nya:
dan padanya Kami akan mengembalikan kamu, yakni pengembalian makhluk menjadi tanah;

Jika engkau dapat melakukannya maka jadilah Nasser Mohammed Al Yamani seorang yang sangat pendusta lagi sombong, bukan Al Mahdi Al Muntadhar, ketahuilah demi Allah, tiada tuhan selain-Nya, engkau dan seluruh ulama jinn dan manusia tidak mampu meskipun mereka saling bantu membantu, untuk membawakan satu sahaja dalil bukti dari muhkam Al Quran bagi keterangan kalian terhadap ayat ini, bahawa kembali yang dimaksudkan pada ayat ini adalah jasad terurai menjadi tanah.


Akan tetapi aku Al Imam Al Mahdi yang menghujjah kalian dengan muhkam Al Quran sebagai peringatan untuk orang-orang yang menggunakan akal fikiran, kelak aku akan menghujjah kalian dengan seluruh ayat tentang pengembalian ciptaan dalam Al Quran, lalu kita lihat adakah yang dimaksudkan itu kembalinya makhluk yakni terurainya kembali kepada tanah sebagaimana anggapan kalian, ataukah yang dimaksudkan adalah makhluk diciptakan kembali di bumi
?
Hendaklah kembali berhukum dengan Tuhan Semesta Alam, kami katakan:
Wahai Tuhan Semesta Alam, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang memutuskan, siapakah yang lebih baik selain Allah sebagai pembuat keputusan bagi kaum yang beriman, ya Allah, nyatakanlah kepada kami mengenai maksud mengembalikan ciptaan, adakah Engkau maksudkan terurai jasad kembali jadi tanah ataukah Engkau maksudkan makhluk diciptakan kembali lagi
?
Lalu kita lihat hukum keputusan dari Tuhan Semesta Alam, Allah Ta'ala berfirman:
Katakanlah: "Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali
Maha Benar Allah
[Yunus 34]


Akan tetapi wahai Tuhan Semesta Alam, sesungguhnya kami telah mengetahui bayan keterangan yang benar bagi firman-Mu yang hak:
Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, ianya adalah penciptaan makhluk manusia dari tanah, namun nyatakan pada kami mengenai maksud firman-Mu yang hak: kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali, adakah maksudnya Engkau mengembalikannya menjadi tanah
?
Langsung pada jawabannya dari Tuhan dalam muhkam Al Quran, Allah Ta'ala berfirman:
Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya
Maha Benar Allah
[Al Anbiya 104]

Jika demikian, maka kembali yang dimaksudkan adalah makhluk dibangkitkan kembali, bukan bermaksud kembalinya menjadi tanah seperti sangkaanmu wahai Dr. Ahmad.


Mengenai terurainya jasad kembali menjadi tanah maka tidak ada bantahan dan penolakan terhadap perkara ini, orang-orang kafir berkata: Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" (49) Maha Benar Allah
[Al Israa]


Allah Ta'ala berfirman:
Katakanlah: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,(50) atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat", (51)
Maha Benar Allah
[Al Israa]


Dari yang demikian kami beristinbath merumuskan bayan keterangan yang benar bagi maksud dari mengembalikan, bahawa Allah kembali menciptakan makhluk semula, pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)".(29) Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka
Maha Benar Allah
[Al A'raaf 29-30]


Pertanyaan yang muncul: Apa yang dimaksudkan Allah dengan firman-Nya:
Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya), maka kalian temukan jawabannya dalam muhkam Al Quran bahawa yang dimaksudkan dengan kembali adalah kembali pada permulaan.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah)
Maha Benar Allah
[Al An'aam 94]


Barangkali ada seorang penanya mahu mengatakan: Mengapa Allah tidak membangkitkan sekutu-sekutu mereka bersama mereka; yaitu orang-orang yang mereka persekutukan dengan Tuhan Semesta Alam, kerana mereka tidak ada dalam Kebangkitan Pertama, dan kami menyimpulkan yang demikian dari firman Allah Ta'ala:
dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah), Maha Benar Allah, adakah Kebangkitan Pertama ini hanya khusus buat mereka yang Allah kehendaki dari kalangan orang-orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka? Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala: Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). (83) Maha Benar Allah [An Naml]
?


Waktu Kebangkitan Pertama untuk sesiapa yang dikehendaki oleh Allah dari kalangan kafir itu akan terjadi pada masa keluarnya Ad Dabbah dan keluarnya Ad Dajjal beserta tenteranya dari Yakjuj dan Makjuj dan perutusan Al Imam Al Mahdi, dan yang demikian itu terjadi setelah melintasnya Kaukabul 'Azab.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan Ad Dabbah dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (82) Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok). (83)
Maha Benar Allah
[An Naml]


Malah kebangkitan ini datang bersamaan dengan waktu keluarnya Ad Dajjal, Yakjuj dan Makjuj, keluarnya Ad Dabbah dan perutusan Al Imam Al Mahdi akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Demikian itu sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). (95) Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka berketurunan dari setiap jenis (96)
Maha Benar Allah
[Al Anbiyaa]


Demikian itu akan terjadi setelah runtuhnya tembok dinding Dzul Qarnayn untuk keluarnya Yakjuj dan Makjuj beserta raja mereka (Ad Dajjal), pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99) dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100)
Maha Benar Allah
[Al Kahfi]


Barangkali ada seorang dari kekasihku para anshar pendahulu yang baik mahu mengatakan: "Wahai Imamku, apakh bayan keterangan bagi firman Allah Ta'ala:
dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100) Maha Benar Allah?". Untuk itu Al Imam Al Mahdi membalas kalian, aku katakan: Demikian itu adalah hari runtuhnya tembok dinding Dzul Qarnayn disebabkan melintasnya Kaukab Api bersebelahan bumi yang dihuni manusia ini, maka orang-orang kafir semua melihatnya ditampakkan bersebelahan bumi manusia, kerana itu Allah Ta'ala berfirman: dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, Maha Benar Allah, sesungguhnya penampakan itu terjadi sebelum orang-orang kafir yang hidup memasukinya pada waktu ia melintas, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui


Wahai sekalian pencari kebenaran, sesungguhnya Ad Dajjal hanya mahu memanfaatkan kebangkitan sebahagian yang terjadi terhadap orang-orang kafir itu, yang mana Ad Dajjal akan mengaku tuhan dan mengatakan bahawa kebangkitan itu adalah kebangkitan sepenuhnya (Hari Kiamat), Ad Dajjal kemudian akan mengatakan dia adalah 'Allah Tuhan Semesta Alam', dan dia akan mengatakan bahawa dia miliki syurga dan neraka dengan berkata: "Adapun neraka itu, maka sesungguhnya kami telah memperlihatkannya dengan sebenar-benarnya, dan ia telah melintas di depan mata kalian, adapun syurga maka ianya berada di bawah tanah dalam bumi kalian, adapun orang-orang mati yang tidak ada di depan kalian bersama-sama mereka yang dibangkitkan, maka mereka adalah orang-orang yang berada dalam kesesatan nyata, kami telah melempar mereka semua ke dalam neraka Jahannam, adapun orang-orang yang dibangkitkan ini, maka mereka berada di atas kebenaran yang nyata, sesungguhnya aku telah mengampuni mereka dan kelak aku akan memasukkan mereka ke dalam syurgaku di dalam bumi kalian"


Oleh itu Al Imam Al Mahdi mengatakan: Adakah engkau membuatkan kebenaran menjadi kebatilan dan kebatilan menjadi kebenaran wahai musuh Allah? Jauh, jauh sekali, demi Allah aku akan batalkan dan gagalkan makar tipudaya kalian semuanya dengan izin Allah Tuhan Semesta Alam wahai sekalian syaitan, sesungguhnya kami akan berkuasa terhadap kalian dan kami akan menang melawan kalian, kelak kalian akan mengetahui bahawa kesudahan yang baik adalah untuk orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..


Mungkin sahaja ada seorang penanya mahu mengatakan: "Tenang nanti dulu wahai Nasser Mohammed, bayan keteranganmu ini menunjukkan bahawa orang kafir memiliki dua kehidupan dan dua kematian dalam kehidupan dunia, adakah engkau punya dalil bukti yang jelas lagi muhkam dalam Kitabullah, menyatakan bahawa orang kafir ada dua kehidupan, dua kematian dan dua kebangkitan?"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi membalas mereka, aku katakan Allah Ta'ala berfirman:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? Maha Benar Allah [Al Baqarah 28], mereka mengatakan: Mereka menjawab: "Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" (11) Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (12) Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah). (13)
Maha Benar Allah
[Ghaafir]


Barangkali ada penanya lain mahu melemparkan pertanyaan kepada kami dengan mengatakan: "Wahai Nasser Mohammed Al Yamani, sesungguhnya mengikut bayan keteranganmu ini, yang jelas adalah para penolong Allah yang sholeh tidak ada dalam kebangkitan pertama ini, kerana itu Allah Ta'ala berfirman:
dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa'at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu, Maha Benar Allah [Al An'aam 94], jadi ini bermakna bahawa tidak ada bagi orang-orang sholeh selain sebuah kematian sahaja dan mereka tidak berada di neraka sebagaimana Ad Dajjal telah berdusta, oleh itu bawakan kepada kami jawaban dari muhkam Kitabullah dari Tuhan Semesta Alam, supaya lengkap gambarannya kepada kami dan jadi jelas untuk kami bayan keterangan yang hak bagi Al Quran dengan Al Quran dalam persoalan Kebangkitan Pertama"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalas kepada para penanya, aku katakan Allah Ta'ala berfirman:
mereka tidak akan merasakan mati di dalamnya kecuali mati di dunia. Dan Allah memelihara mereka dari azab neraka (56)
Maha Benar Allah
[Ad Dukhan]


Akan tetapi Dr. Ahmad Amru tanpa ilmu pengetahuan dari Allah beranggapan, bahawa manusia itu sebelumnya mati sebelum penciptaan mereka! Dia mengubah maksud firman Allah lalu melemparkannya dengan menuduh Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani pula yang mengubah maksud firman Allah. Bukankah Allah-lah sebaik-baik yang menghakimi wahai Dr.? Sesungguhnya telah jelas bagi orang-orang yang menggunakan akal fikiran mereka, siapa di antara kita yang membicarakan kebenaran dan membimbing ke jalan yang lurus.


Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
ــــــــــــــــــــــــ

اقتباس المشاركة: 65346 من الموضوع: بيان الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني عن البعث الأوّل لمن يشاء الله من الكافرين، فلا يفتنكم المسيح الكذّاب، فاتقوا الله يا أولي الألباب..



[ لمتابعة رابط المشاركة الأصليّة للبيان ]

الإمام ناصر محمد اليماني
27 - ذو الحجة - 1433 هـ
13 - 10 - 2012 مـ
03:48 صباحاً
( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
ـــــــــــــــــــــ


بيان الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني عن البعث الأوّل لمن يشاء الله من الكافرين، فلا يفتنكم المسيح الكذّاب، فاتقوا الله يا أولي الألباب..

بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على كافة أنبياء الله ورسله من أوّلهم إلى خاتمهم وآلهم الطيبين والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدّين لا نفرّق بين أحدٍ من رسله ونحن له مسلمون، أمّا بعد..

ويا معشر علماء المسلمين وأمّتهم أجمعين والنّاس كافة، احذروا فتنة المسيح الكذّاب الذي عَلِمَ بالبعث الأوّل ويريد أن يستغله لفتنة الأحياء والأموات فيَخْرُج على النّاس فيقول: "أيها النّاس، إني المسيح عيسى ابن مريم، وإنّي أنا الله ربّ العالمين الذي بعث الأموات هؤلاء من قبورهم، ولديّ جنّة ولديّ نار، وقد عرضنا لكم جهنّم عرضاً فمرّت أمام أعينكم وألقينا فيها الذين كفروا بأنّ الله هو المسيح عيسى ابن مريم ولذلك لا ترونهم بين المبعوثين في الأرض". ويقول: "وأنا من أنزل القرآن ولكنّ تمّ تحريفه ولم يعُد كما أنزلناه". ومن ثم يجعل الحقّ فيه باطلاً والباطل حقّاً، ألا لعنة الله عليه.
فاحذروا فتنته وهذا قبل أن يتنزل الله في ظُلَلٍ من الغمام ليخاطب المبعوثين الكافرين والنّاس أجمعين من وراء الحجاب.

يا أيها النّاس، حقيقٌ لا أقول على الله إلا الحقّ فاحذروا فتنة المسيح الكذّاب والتصديق بربوبيّته، وما كان هو المسيح عيسى ابن مريم الحقّ عليه الصلاة والسلام؛ بل وما كان للمسيح عيسى ابن مريم أن يقول ما ليس له بحقٍّ؛ بل منتحل لشخصية المسيح عيسى ابن مريم وما كان هو ولذلك يسمى المسيح الكذّاب بالمسيح الكذّاب لكونه ليس المسيح عيسى ابن مريم الحقّ، ولذلك قدّر الله عودة المسيح عيسى ابن مريم شاهداً بالحقّ على النّصارى واليهود والمسلمين ويقول لكم: "إني عبد الله". فيخاطبكم وهو كهلٌ فيقول للناس كما قال لهم من قبل وهو في المهد صبياً فقال لهم: "إني عبد الله". وكذلك يكلّم النّاس وهو كهلٌ ويقول لهم: "إني عبد الله". تصديقاً لقول الله تعالى:
{وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ} صدق الله العظيم [آل عمران:46].

ويا أيها النّاس، إن لم تعلموا علم اليقين أنّ البعث الأوّل هو للكافرين من دون الصالحين فسوف يفتنكم المسيح الكذّاب والأموات المبعوثون فتصدقوا بأنّه اللهُ ربّ العالمين.

يا أيها النّاس، حقيقٌ لا أقول على الله إلا الحقّ وآتيكم بالسلطان المبين من محكم القرآن العظيم، فاحذروا واعلموا علم اليقين بأنّه يوجد بعثٌ في الدنيا لمن يشاء الله من الكافرين، بمعنى إنّ الله يحشر في البعث الأوّل من كلّ أمّة فوجاً وهم فقط المكذّبين بآيات ربّهم، وذلك في زمن بعث الدّابة ومرافقاً لخروج المسيح الكذّاب من جنّة الفتنة لفتنة الأحياء والأموات المبعوثين من الكافرين، فإن لم تتبعوا الإمام المهديّ والمسيح عيسى ابن مريم الحقّ فسوف تصدقوا أنّ الله هو المسيح عيسى ابن مريم الكذّاب وما كان المسيح عيسى ابن مريم الحقّ صلى الله عليه وعلى أمّة وأسلم تسليماً؛ بل الذي يدّعي الربوبيّة فيقول إنّه المسيح عيسى ابن مريم فإنّه كذّاب فهو ليس المسيح عيسى ابن مريم، ولذلك يوصف بالمسيح الكذّاب لكونه ليس المسيح عيسى ابن مريم الحقّ كون المسيح عيسى ابن مريم الحقّ لا يدّعي الربوبيّة، وما كان له أن يقول ما ليس له بحقّ بل سوف يبعثه الله كهلاً فيقول لكم ما قال للذين من قبلكم وهو في المهد صبياً: "إني عبد الله".

ويا معشر المسلمين، إن لم تتبعوا الإمام المهديّ المنقذ لكم من فتنة المسيح الكذّاب فسوف يقيم المسيح الكذّاب عليكم الحجّة فتتبعوا الشيطان إلا قليلاً من الأنصار السابقين الأخيار في عصر الحوار من قبل الظهور.

وربّما يودّ أحد السائلين أن يقول: "وكيف يقيم علينا الحجّة المسيحُ الكذّاب إذا لم نصدّق الإمام المهديّ ونتبعه؟". ومن ثم نردّ على السائلين بالحقّ ونقول: إنّكم إذا لم تصدّقوا بأنّه يوجد بعثٌ لمن يشاء الله من الكافرين فحتماً سوف يفتنكم إلا قليلاً من الأنصار الموقنين بالبيان الحقّ من ربّهم لكونكم لن تستطيعوا أن تكذّبوا المبعوثين كون الله بعثهم من قبورهم وأنتم تنظرون، فيخاطبونكم وتخاطبونهم، فلن تستطيعوا أن تقولوا إنّ ذلك سِحرٌ؛ بل بعثٌ حقيقي بين يديكم.

وربّما يودّ كثيرٌ من علماء المسلمين الذين لا يعقلون أن يقولوا: "بل المسيح الكذّاب هو من بعثهم كونه يحيي الموتى فتنةً للنّاس أجمعين". ومن ثمّ يردّ عليهم الإمام المهديّ وأقول: إن تلك العقيدة في قلوبكم منكرةٌ وزورٌ وباطلٌ كبيرٌ، فكيف يؤيّد الله المسيح الكذّاب بمعجزة إحياء الموتى والمسيح الكذّاب هو الباطل بذاته! فاعلموا أنّ عقيدتكم في أنّ الباطل يحيي الموتى بإذن الله مخالِفةٌ لما أنزل الله إليكم في محكم كتابه في قول الله تعالى:
{قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ} صدق الله العظيم [سبأ:49].

أفلا تعلمون بتحدي ربّ العالمين في محكم كتابه إلى الباطل وأوليائه فقال لهم لئن استطاعوا أن يُحْيُوا ميتاً واحداً فقد صدّقوا بدعوة الباطل من دون الله؟ فكيف يكذّب الله نفسَه بنفسِه -سبحانه- فيؤيّد الباطل بمعجزة إحياء الموتى! أفلا تعقلون؟ ألا والله لو صدّقتم في عقيدتكم بأنّ المسيح الكذّاب يحيي الموتى لأصبح الشيطان الرجيم المسيح الكذّاب هو الصادق والله سبحانه وتعالى هو الكاذب، سبحانه عمَّا تشركون! ألم يتنزّل التحدي من ربّ العالمين في محكم القرآن العظيم إلى الباطل وأوليائه أن يعيدوا ويرجعوا روحَ ولو ميتٍ واحدٍ فقط؟ وقال الله إنّهم لئن فعلوا فأعادوا الروح إلى جسد الميت فقد أصبحوا هم الصادقون في دعوة الباطل من دون الله. أفلا تعقلون؟

ولربّما يودّ أحد علماء الأمّة وأمّتهم الذين هجروا تدّبر القرآن العظيم أن يقول: "يا ناصر محمد اليماني، وأين التحدي من ربّ العالمين إلى الباطل وأوليائه أنْ يُرجعوا روحاً ولو ميتٍ واحدٍ فقط؟ فلا نظنّ ذلك التحدي تنزّل في القرآن العظيم، فكيف يتحدى الله الباطل وأولياءه أنْ يُعيدوا روح ميتٍ إلى الجسد ومن ثم يؤيّدهم بمعجزة الإحياء المسيح الكذّاب؟ فأتنا بالبرهان من محكم الكتاب بتحدي الله للباطل وأوليائه بأن يعيدوا روح ولو ميتٍ واحدٍ فقط". ومن ثم يردّ الإمام المهديّ على السائلين وأقول: قال الله تعالى:
{فَلا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (75) وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (76) إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (77) فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ (78) لّا يَمَسُّهُ إِلاَّ الْمُطَهَّرُونَ (79) تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ (80) أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ (81) وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ (82) فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (83) وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ (84) وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لّا تُبْصِرُونَ (85) فَلَوْلا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (86) تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (87)} صدق الله العظيم [الواقعة].

فانظروا التحدي من ربّ العالمين إلى الباطل وأوليائه:
{فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (83) وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ (84) وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لّا تُبْصِرُونَ (85) فَلَوْلا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (86) تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (87)} صدق الله العظيم، فانظروا التحدي للباطل وأوليائه: {تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} صدق الله العظيم، ولكنّ علماء المسلمين وأمّتهم كفروا بهذا التحدي فآمنوا أنّ المسيح الكذّاب يقطع رجلاً إلى نصفين فيمرّ بين الفلقتين ومن ثمّ يعيد إليه روحه من بعد موته، وتأسست عقيدتكم على حديث الباطل المفترى المناقض لمحكم القرآن العظيم ونقتبس من الرواية المفتراة على الله ورسوله أنّ المسيح الكذّاب يقول: [أرأيتم إن قتلت هذا ثم أحييته؛ أتشكون في الأمر؟ فيقولون: لا. فيقتله ثم يحييه].

ومن ثمّ يقيم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني عليكم الحجّة بالحقّ وأقول: أليست هذه الرواية مناقضة لتحدي الله في محكم القرآن العظيم إلى الباطل وأوليائه في قول الله تعالى:
{فَلَوْلا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (83) وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ (84) وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لّا تُبْصِرُونَ (85) فَلَوْلا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (86) تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (87)} صدق الله العظيم؟ فانظروا لحكم الله على نفسه: {تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ} صدق الله العظيم، ولكن لو صدق الله رواية الباطل فأيّد المسيح الكذّاب بمعجزة إحياء الموتى فهنا قد حكم الله على نفسه في محكم كتابه بأنَّ المسيح الكذّاب وأولياءه هم الصادقون والله وأولياؤه هم الكاذبون، ألا لعنة الله على المفترين لعناً كبيراً. وأمّا الذين اتّبعوا افتراء الباطل فأولئك قومٌ لا يعقلون.

ويا معشر علماء المسلمين وأمّتهم، أشهد لله على أنّه يوجد بعثٌ في الدنيا لمن يشاء الله من الكافرين فسوف يعيدهم الله إليكم في هذه الأرض من بعد موتهم وأنتم تنظرون لكون بعثهم مقرون بخروج المسيح الكذّاب الشيطان الرجيم من جنّة الفتنة كون الله أنظره فيها إلى يوم البعث الأوّل لمن يشاء الله أن يبعثهم من الكافرين المكذّبين بالبعث في الحياة الدنيا، وقال الله تعالى:
{مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى} صدق الله العظيم [طه:55].

وربّما يودّ الدكتور صاحب حروف الجرّ أحمد عمرو أن يقول: "يا ناصر محمد، لقد أفتيناك إنّ العودة في الأرض أي يعيدهم تراباً". ومن ثم يردّ عليه الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: اسمع يا دكتور أحمد عمرو، لئن استطعت أن تأتي ببرهانٍ واحدٍ فقط من محكم القرآن العظيم بأنّ الله يقصد بقوله تعالى:
{وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ} أي بعودة الخلق إلى ترابٍ؛ فإن فعلت فقد أصبح ناصر محمد اليماني كذّابٌ أشِر وليس المهديّ المنتظر، ألا والله الذي لا إله غيره لا تستطيع أنت وكافة علماء الإنس والجنّ ولو كان بعضكم لبعض ظهيراً ونصيراً أن تأتوا ببرهانٍ واحدٍ فقط من محكم القرآن العظيم لبيانكم لهذه الآية بأنّ الإعادة يقصد بها تحلل الجسد إلى تراب.
ولكنّي الإمام المهديّ الذي يحاجّكم بمحكم الكتاب ذكرى لأولي الألباب سوف أحاجّكم بكافة آيات الإعادة للخلق في الكتاب ومن ثم ننظر فهل يقصد بإعادة الخلق أي تحلله إلى تراب كما تزعمون، أم يقصد به إعادة الخلق من جديد في الأرض؟ وإلى الاحتكام إلى ربّ العالمين ونقول:
يا ربّ العالمين إنّك أنت خير الفاصلين ومن أحسن من الله حكماً لقوم يؤمنون، اللهم أفتنا عن المقصود بإعادة الخلق، فهل تقصد تحلل الجسد إلى ترابٍ أم تقصد إعادته من جديد؟ ومن ثم ننظر الحكم بيننا من ربّ العالمين، وقال الله تعالى:
{قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ} صدق الله العظيم [يونس:34].

ولكن يا إله العالمين لقد علمنا بالبيان الحقّ لقولك الحقّ:
{يَبْدَأُ الْخَلْقَ} وهو خلق الإنسان من طينٍ، ولكن أفتنا في المقصود بقولك الحقّ: {ثُمَّ يُعِيدُهُ} فهل تقصد إنّك تعيده إلى تراب؟ وإلى الجواب من الربّ في محكم الكتاب قال الله تعالى: {كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِين} صدق الله العظيم [الأنبياء:104]. إذاَ الإعادة هو بعث الخلق من جديدٍ ولا يقصد عودته إلى تراب كما تزعم يا دكتور أحمد.

وبالنسبة لتحلل الجسد إلى ترابٍ فلا جدال فيه ولا إنكار، وقال الكفّار:
{وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُ‌فَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا ﴿٤٩﴾} صدق الله العظيم [الإسراء].

وقال الله تعالى:
{قُلْ كُونُوا حِجَارَ‌ةً أَوْ حَدِيدًا ﴿٥٠﴾ أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ‌ فِي صُدُورِ‌كُمْ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا قُلِ الَّذِي فَطَرَ‌كُمْ أَوَّلَ مَرَّ‌ةٍ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُ‌ءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ قُلْ عَسَىٰ أَن يَكُونَ قَرِ‌يبًا ﴿٥١﴾} صدق الله العظيم [الإسراء].

ونستنبط من ذلك البيان الحقّ للمقصود من الإعادة على أنّه إعادة خلقهم من جديدٍ. تصديقاً لقول الله تعالى:
{كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ ﴿٢٩﴾ فَرِ‌يقًا هَدَىٰ وَفَرِ‌يقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلَالَةُ} صدق الله العظيم [الأعراف:29-30].

والسؤال الذي يطرح نفسه: فما يقصد الله بقوله تعالى:
{{{كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ}}} ومن ثم تجدون الجواب في محكم الكتاب أنّه يقصد بالإعادة أي الإعادة إلى البداية. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ} صدق الله العظيم [الأنعام:94].

وربّما يودّ أحد السائلين أن يقول: ولماذا لم يبعث الله شركاءهم معهم؛ أولئك الذين أشركوهم بربّ العالمين كونهم كانوا غائبين في البعث الأوّل، ونستنبط ذلك من قول الله تعالى:
{وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ}
صدق الله العظيم، فهل هذا البعث الأوّل فقط يختصّ بمن يشاء الله من الكافرين المكذّبين بآيات ربّهم؟ تصديقاً لقول الله تعالى: {وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ أمّة فَوْجًا مِمَّنْ يُكَذِّبُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ ﴿83﴾} صدق الله العظيم [النمل]؟

وميقات ذلك البعث الأوّل لمن يشاء الله من الكافرين يحدث في زمن إخراج الدابة وخروج المسيح الكذّاب وجيوشه من يأجوج ومأجوج وبعث الإمام المهدي، وذلك بعد مرور كوكب العذاب. تصديقاً لقول الله تعالى:
{وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِّنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ (82) وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ فَوْجاً مِّمَّن يُكَذِّبُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ (83)} صدق الله العظيم [النمل].

ولكنّ هذا البعث يأتي مرافقاً للزمن الذي يخرج فيه المسيح الكذّاب ويأجوج ومأجوج وإخراج الدابة وبعث الإمام المهديّ ولكنّ أكثر النّاس لا يعلمون. وذلك تصديقاً لقول الله تعالى:
{وَحَرَ‌امٌ عَلَىٰ قَرْ‌يَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْ‌جِعُونَ ﴿٩٥﴾ حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُم مِّن كُلِّ حَدَبٍ يَنسِلُونَ ﴿٩٦﴾} صدق الله العظيم [الأنبياء].

ويحدث ذلك بعد تهدّم سدّ ذي القرنين لخروج يأجوج ومأجوج وملكهم. تصديقاً لقول الله تعالى:
{قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقّاً (98) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعاً (99) وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضاً (100)} صدق الله العظيم [الكهف].

وربّما يودّ أحد أحبتي الأنصار السابقين الأخيار أن يقول: "يا إمامي ما هو البيان لقول الله تعالى:
{وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضاً (100)} صدق الله العظيم؟". ومن ثم يردّ عليكم الإمام المهديّ وأقول: ذلك يوم تهدّم سدّ ذي القرنين بسبب مرور كوكب النّار بجانب أرض البشر فيراها الكفار جميعاً تعرض بجانب أرض البشر، ولذلك قال الله تعالى: {وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضاً} صدق الله العظيم، وإنما العرض يحدث قبل أن يدْخلَها الكفار الأحياء في عصر مرورها، ولكن أكثر النّاس لا يعلمون.

ويا معشر الباحثين عن الحقّ، إنّما يريد المسيح الكذّاب أن يستغل البعث الجزئي للكافرين فيدّعي الربوبيّة ويقول إنّ ذلك يوم البعث الشامل، ويقول إنّه الله ربّ العالمين، ويقول إنّ لديه جنّةً وناراً، فيقول: "أما النّار فقد عرضناها عرضاً فمرّت أمام أعينكم وأما الجنّة فهي من تحت الثرى باطن أرضكم، وأما الأموات الغائبين الذين لم ترونهم مع المبعوثين فأولئك كانوا على ضلالٍ مبينٍ فألقينا بهم جميعاً في نار جهنّم، وأما هؤلاء المبعوثون فإنّهم على الحقّ المبين فقد غفرت لهم وسوف أدخلهم جنتي باطن أرضكم".

ومن ثم يقول الإمام المهدي: أجعلت الحقّ باطلاً والباطل حقاً يا عدو الله؟ وهيهات هيهات تالله لأبطلنّ وأفشلنّ مكركم أجمعين يا معشر الشياطين بإذن الله ربّ العالمين، وإنّا فوقكم قاهرون وعليكم منتصرون وسوف تعلمون أنّ العاقبة للمتقين. وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله رب العالمين..

ولربّما يودّ أحد السائلين أن يقول: "مهلاً مهلاً يا ناصر محمد، فبيانك هذا يدلّ على أنّ للكفار حياتين وموتَتَيْن في هذه الحياة الدنيا فهل لديك برهانٌ مبينٌ محكمٌ في كتاب الله أنَّ للكفار حياتين وموتَتَيْن وبعثين؟". ومن ثم يردّ عليهم الإمام المهديّ وأقول قال الله تعالى:
{كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ} صدق الله العظيم [البقرة:28].
قالوا:
{قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ (11) ذَلِكُم بِأَنَّهُ إِذَا دُعِيَ اللَّهُ وَحْدَهُ كَفَرْتُمْ وَإِن يُشْرَكْ بِهِ تُؤْمِنُوا فَالْحُكْمُ لِلَّهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيرِ (12) هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُم مِّنَ السَّمَاءِ رِزْقاً وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ (13)} صدق الله العظيم [غافر].

وربّما يودّ أن يلقي إلينا سائلٌ آخر سؤالاً فيقول: "يا ناصر محمد اليماني، إنّه حسب بيانك هذا المبيّن أنّ أولياء الله الصالحين غائبون في البعث الأوّل، ولذلك قال الله تعالى:
{وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ} صدق الله العظيم [الأنعام:94]، فهذا يعني بأنّ ليس للصالحين إلا موتةٌ واحدةٌ وبعثٌ واحدٌ فقط وأنّهم ليسوا في النّار كما كذّب المسيح الكذّاب، فآتنا بالجواب من محكم الكتاب من الله ربّ العالمين كي تكتمل الصورة لدينا ويتبيّن لنا البيان الحقّ للقرآن بالقرآن في مسألة البعث الأوّل"، ومن ثم يردّ على السائلين الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني، وأقول قال الله تعالى: {لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ ﴿56﴾} صدق الله العظيم [الدخان].

ولكن الدكتور أحمد عمرو يزعم أنّ النّاس كانوا أمواتاً من قبل خلقهم بغير علمٍ من الله! ويحرّف كلام الله عن مواضعه المقصودة ويلقي بالتهمة على الإمام ناصر محمد اليماني أنّه من يغيّر الكلم عن مواضعه. أليس الله بأحكم الحاكمين يا دكتور؟ وقد تبيّن لأولي الألباب أيّنا ينطق بالقول الصواب بالحقّ ويهدي إلى صراطٍ مستقيمٍ.

وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
ــــــــــــــــــــــــ